Inspirasi Islami
Cinta Illahi, Cinta Rasulullah Saw.

Cinta Illahi, Cinta Rasulullah Saw.

Cinta Illahi, Cinta Rasulullah Saw.

abulyatama.or.idNabi Muhammad Saw. adalah satu-satunya sumber pembawa rahmat dan mahabbah (cinta) yang menuntun manusia menyelami kedalaman cinta sang Khaliq, Allah Swt kepada hamba-Nya. Allah Swt. mengabarkan di dalam Kitab-Nya, tentang kewajiban menjadikan Rasul lebih dicintai, lebih didaduhulukan dan lebih diutamakan oleh umat Islam dibanding dengan diri mereka sendiri, Allah berfirman, “Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 6).

Allah Swt. mengenalkan Rasulullah Saw. kepada kita melalui beberapa firman-Nya; ”Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. (Q.S. Al-Anbiyya []: 107); “Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 45-46).
Betapa pentingnya kita menjadikan Rasulullah Saw. sebagai panutan dan suri tauladan, dan kewajiban kita adalah menimbang kehidupan kita dengan kehidupan Rasulullah, sebagaimana  dijelaskan dalam firman Allah, Allah juga mengabarkan, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21) dan Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barangsiapa berpaling (dari ketaatan itu), maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka”.(Q.S. An-Nisa [4]: 80).

Ayat di atas menunjukan bahwa syarat pertama untuk mempelajari bagaimana menjadikan Rasulullah Saw. sebagai tauladan adalah berhadap berjumpa dengan Allah, kemudian menjadikan perasaan itu tetap hidup dan tetap mengakar di dalam hati kita di setiap saat dan setiap waktu, dan bahwasanya kita akan dimintai pertanggungjawaban di depan Allah Swt. Syarat kedua untuk mempelajari bagaimana menjadikan Rasulullah Saw. sebagai suri tauladan ialah berharap ingin masuk surga dan mengimani akan kedatangannya dengan keimanan yang kokoh.

Dunia ini adalah tempat ujian bagi manusia. Dunia ini adalah tempat menjalani proses hidup di dunia dengan berbagai macam bentuk kebahagiaan dan penderitaan. Proses kehidupan di dunia tentu harus sejalan dengan yang Allah perintahkan, baik melalui Al-Quran maupun sunnah. Maka suri tauladan yang patut dicontoh dan ditaati adalah Rasulullah Saw.

Allah Swt. berfirman, “
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakan segala amalmu. (Q.S. Muhammad [47]: 33).


Satu dari kemuliaan dan kelembutan Allah Swt. yang tiada taranya yaitu Dia mengutus para Rasul ke muka bumi, dengan tujuan untuk membimbing dan mengarahkan kita, dan Rasul yang telah diutus hingga Nabi Muhammad Saw. jumlahnya mencapai 124 ribu Rasul dan Nabi. Allah mengutus Nabi yang paling Dia cintai, Nabi yang memiliki kedudukan khusus di sisi-Nya, Nabi yang memiliki kedekatan dengan-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw. sebagai penutup bagi para Nabi dan Rasul. Allah mengutus setiap Rasul khusus kepada kaumnya, dan Rasul yang diutus itu menjalankan tugasnya dengan baik yaitu mengajari dan membimbing kaumnya, sesuai dengan kondisi dan situasi kaumnya, baik secara individu maupun secara sosial.

Sangat mustahil bagi kita untuk bisa meraih kebahagiaan dunia dan akherat yang benar menuju Allah Swt. jika kita tidak mempelajari dan menyadari kedudukan mulia yang ada pada Rasulullah Saw sebagai figur manusia yang Allah utus agar manusia memiliki pedoman hidupnya. Allah Swt. telah menjelaskan tentang kemuliaan, keagungan dan kedudukan yang Ia berikan kepada Rasulullah Saw. di dalam Al-Quran Al-Karim sebagaimana firman-Nya, Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 56).

Hal itu semua menunjukan dengan sangat jelas, bahwa Muhammad Saw. adalah mukjizat terbesar yang diciptakan Allah Swt. yang dikaruniakan kepada kita, beliau adalah mukjizat dari segala segi, baik lahir maupun batin, beliau adalah seorang yang sempurna dan disempurnakan, seorang yang mulia dan dimuliakan, seorang pecinta dan yang dicintai.
Sebagaimana dikuatkan oleh ayat-ayat di atas, bahwa satu-satunya ukuran untuk meraih cinta Allah wt. adalah dengan mengikuti Rasulullah Saw, dengan mengikuti sunah Nabi-Nya, dan mengamalkan segala amalan ibadah dan muamalah yang Nabi Muhammad Saw contohkan. Maka menjadi wajib hukumnya untuk menghadirkan Rasulullah Saw. dalam tiap aspek kehidupan kita.

Ya Allah, curahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya, berkahilah dan liputilah mereka dengan keselamatan dan kebahagiaan. Ya Allah, jadikanlah kami, orang-orang yang menapaki jalan yang telah diretas oleh pembimbing kami Rasulullah Saw., dan sumber kebahagiaan kami yang abadi, dan berikanlah kepada kami bagian dari kepribadianya yang ideal, sempurna dan agung, jadikanlah ia sebagai uswah yang baik bagi kami, dalam kadar dan cara yang Engkau ridhai. Ya Allah, berikanlah kekuatan untuk mencintai dan merindukan Rasulullah Saw. sebagaimana para sahabat mencintai dan merindukannya, dan hiasilah hidup kami dengan kecintaan kepada Rasulullah Saw. Aamiin.
 










Inspirasi Islami Lainnya
Allah melihat perjuanganmu...
Allah melihat perjuanganmu...
Senin, 30 Oktober 2017 10:09 WIB
Allah melihat perjuanganmu... Belajarlah dari jam dinding yang berdetak disetiap saat, ia tak pernah berhenti hingga batrainya habis. Ia juga tetap berdetak meskipun orang tak melihatnya, ia tetap berdetak meskipun semua orang terlelap tidur. Ia pula yang tak pernah bosan mengingatkan waktu demi waktu untuk manusia bersujud.
ARE U EOA?
ARE U EOA?
Senin, 30 Oktober 2017 09:48 WIB
ARE U EOA? By. Rendy ReZha Saya inget banget pesan guru saya ustadz Muhtar Fatony.. "Mas.. kalau ini amanah dari-Nya pasti Allah sendiri yang akan menguatkan." Ya, Saya sangat mengamini hal ini.. Simpelnya begini kawan..
Kisah Rasulullah Disihir Orang Yahudi Lubaid bin A’sham
Kisah Rasulullah Disihir Orang Yahudi Lubaid bin A’sham
Rabu, 13 Maret 2019 14:41 WIB
Kisah Rasulullah Disihir Orang Yahudi Lubaid bin A’sham