Inspirasi Islami
Al Qur`an Berbicara Tentang Kesedihan

Al Qur`an Berbicara Tentang Kesedihan

Al Qur'an berbicara tentang kesedihan. Ada beberapa macam kesedihan yang diterangkan dalam Al Qur'an.

Inilah macam-macam kesedihan di dalam Al-Qur'an.

a. Al-Huznu
Kesedihan yang mendalam namun tidak nampak. Sebagian ulama yang lain menjelaskan kesedihan yang disebabkan permasalahan yang baru akan terjadi. (Kekhawatiran yang luar biasa sehingga menyebabkan rasa gelisah atau sedih)

b. Al Hammu
Kesedihan yang terjadi, yang disebabkan peristiwa yang sudah terjadi.
Misalkan mengingat peristiwa yang buruk yang pernah ktia alami di masa lalu. Kemudian kita sedih, maka inilah yang disebut Al Hammu..

c. Al Ghommu
Kesedihan yang terjadi disebabkan oleh peristiwa yang sedang terjadi. Misalkan hari ini ktia mengalami peristiwa yang menyebabkan kita sedih, maka inilah yang disebut dengan Ghamm.

d. Al Battsu
Kesedihan yang mendalam yang nampak di raut wajah manusia. Sebagaian dari kita mungkin ketika mengalami kesedihan akan nampak dari wajahnya. Tak bisa kita sembunyikan.

e. Al Karbu
Kesedihan yang terjadi karena bertumpuknya berbagai macam musibah dan kesulitan.

sumber : Buku Quranic Motivation, Wildan Nugraha

••
Semoga semakin hari, semakin bertambah khazanah keilmuan kita .










Inspirasi Islami Lainnya
KERAJAAN SIAPA?
KERAJAAN SIAPA?
Selasa, 31 Oktober 2017 14:46 WIB
KERAJAAN SIAPA? Disetiap kelas PPA kami mencoba membahasakannya berulang kali tentang konsep niat karena inilah yang akan jadi penentu HITUNGAN dan PERTOLONGAN. Silahkan disimak video ini.. 
Kisah Umar bin Khattab Mengubah Rakyat yang Benci Jadi Cinta
Kisah Umar bin Khattab Mengubah Rakyat yang Benci Jadi Cinta
Senin, 01 April 2019 15:39 WIB
Kisah Umar bin Khattab Mengubah Rakyat yang Benci Jadi Cinta. Bagaimanakah caranya?
MERAYU TUHAN
MERAYU TUHAN
Kamis, 02 November 2017 10:37 WIB
MERAYU TUHAN Suatu ketika, Abu Nawas pernah mengatakan pada para muridnya jika sebuah pertanyaan bisa menghasilkan banyak jawaban yang berbeda. Setelah semua muridnya mengerti, mereka kemudian kembali bertanya, "Wahai guru kami, mungkinkah manusia bisa merayu Tuhan, seperti yang dilakukan sesama manusia?" Tanya muridnya.